VOC atau ‘Volatile Organic Compound’ (senyawa organik yang mudah menguap) adalah suatu karbon dalam bentuk padat atau cair, yang dapat menguap pada suhu ruangan, yaitu antara 20-25 derajat Celsius. Di udara terdapat berbagai macam VOC, ada yang alami dan ada juga yang merupakan buatan manusia. VOC alami pada umumnya dikeluarkan oleh pohon dan tanaman atau sumber-sumber biogenik, sementara VOC yang merupakan hasil buatan manusia kebanyakan berupa emisi dari kendaraan, bahan bakar fosil yang tidak terbakar atau telah menguap, dan ‘solvent’. Istilah VOC ini digunakan oleh badan-badan pengatur di dunia sebagai suatu tolak ukur untuk meningkatkan kualitas udara. Sesuatu yang dianggap sebagai VOC di satu negara belum tentu dianggap sebagai VOC di negara lainnya.

Emisi dari cat dan pelapis dekoratif dan arsitektural pada umumnya hanya kurang dari 1% dari keseluruhan VOC di udara. VOC digunakan sebagai elemen penting yang mengikat molekul-molekul dalam produk cat agar cat tersebut tetap menempel di tembok, solvent atau thinner dalam cat merupakan asal dari emisi VOC.

 

Indonesia belum mendefinisikan VOC dalam peraturan yang ada sekarang. Oleh sebab itu, belum ada panduan untuk label pada produk cat dan pelapis berdasarkan kadar VOC mereka. Panduan label dari Mowilex berdasarkan pada standar-standar kualitas udara yang diterapkan oleh South Coast Air Quality Management District (Distrik Pengelolaan Kualitas Udara Pantai Selatan, SCAQMD) di California, Amerika Serikat yang membatasi kadar VOC untuk berbagai macam pelapis, efektif dari tanggal 1 Januari 2019. Sebagai pemimpin dunia dalam hal standar-standar lingkungan, batas-batas kadar VOC di California adalah lima kali lebih kecil dari yang ditentukan oleh badan EPA (Environmental Protection Agency, Lembaga Perlindungan Lingkungan) di Amerika Serikat dalam hal-hal tertentu. Sebagai perbandingan, batas kadar VOC yang ditentukan oleh SCAQMD untuk cat dan pelapis dekoratif dan arsitektural secara umum adalah 50 g/L (gram/Liter), tetapi dari EPA batas yang ditentukan adalah 250 g/L.

Jawaban yang paling sederhana adalah tidak. Pada tahun 1970, Mowilex menjadi produsen cat yang berdasarkan air yang pertama di Indonesia. Sebelumnya, cat-cat pada umumnya yang berdasarkan solvent dulu memiliki kadar VOC sampai 450 g/L, atau bahkan lebih tinggi. Dan bahkan sekarang masih ada cat yang berdasarkan air yang memiliki kadar VOC yang mencapai 250 g/L. Dengan perkembangan dalam bahan baku dan formulasi-formulasi yang mutakhir, kebanyakan dari cat Mowilex memiliki kadar VOC yang berada pada atau lebih rendah dari tingkat 50 g/L, yang merupakan batas rendah untuk kadar VOC pada cat-cat dekoratif di California.

 

Hampir semua dari produk cat kami berdasarkan air, dan bukan berdasarkan solvent. Seluruh cat produksi Mowilex yang berdasarkan latex menggunakan air sebagai pelarut dan tidak mengandung racun (non-toxic). VOC yang dikeluarkan dari produk-produk tersebut tidak mengandung kontaminan udara yang beracun. Banyak produsen cat lainnya masih menggunakan etilen glikol (EG) – suatu senyawa yang dinyatakan beracun – sebagai salah satu pelarut dalam cat latex. Seluruh produk-produk cat Mowilex dinyatakan EG Zero™. Kami menggunakan bahan alternatif propilen glikol yang tidak beracun dan biasanya ditemukan dalam makanan, kosmetik, dan obat-obatan.

VOC biasanya diukur dalam gram per liter (g/L), yaitu berat VOC per volume pada suatu produk. Ini juga dapat diukur sebagai emisi yang dikeluarkan dalam satuan mikrogram per meter kubik pada cat basah (µg/m3). Sebagai contoh, EPA dari Amerika Serikat dan Badan Lingkungan Eropa (European Environment Agency, EEA) mengukur konsentrasi polusi udara dalam µg/m3 tetapi mereka membatasi pengukuran emisi suatu produk dengan satuan g/L.

Kami menggunakan beberapa pendekatan untuk mengukur kadar VOC pada produk kami. Ini termasuk pengujian yang dilakukan oleh laboratorium independen seperti TÜV, menghitung VOC berdasarkan kadar VOC yang didapatkan dari bahan-bahan baku yang kita gunakan, serta pengujian dan sertifikasi oleh Kementerian Ekologi (Ministère de la Transition écologique et solidaire) di Perancis, yang menggunakan satuan mikrogram per meter kubik yang dikeluarkan pada interval waktu tertentu dalam pendekatan mereka. Kandungan VOC biasanya diukur sebelum terjadi penambahan warna di toko-toko.

Produk-produk Mowilex yang memiliki kadar VOC maksimal 40 g/L ditandai “VOC Ultra Rendah”. Tingkat kadar ini berada di tingkat 20% lebih rendah dari yang disarankan oleh SCAQMD untuk produk pelapis. Dengan kadar VOC pada tingkat 41-75 g/L, produk-produk “VOC Rendah” kami memiliki tingkat emisi yang lebih tinggi dibanding produk “VOC Ultra Rendah” tetapi masih berada di tingkat 70% lebih kecil dari batas dari EPA di Amerika Serikat. Pada tahun 2019, seluruh produk kami adalah produk dengan “VOC Ultra Rendah” atau “Nol VOC”.

Tidak ada produk yang benar-benar bebas dari VOC. Kadar VOC yang sangat rendah juga terdapat dalam air minum di beberapa tempat di Amerika Serikat. Mowilex telah menetapkan batas untuk produk “Zero VOC” pada tingkat yang sama dengan atau lebih rendah dari tingkat kadar VOC yang pada umumnya dinyatakan sebagai tingkat “Non-Detect” (tidak dapat terdeteksi) yaitu 5 g/L menurut Peraturan SCAQMD California No. 314 mengenai pengecualian untuk produk pelapis yang setara dengan “Zero VOC”.

 

Kami juga menerapkan standar-standar yang sama untuk produk-produk cat luar ruangan kami walaupun pihak lain memiliki toleransi yang lebih tinggi untuk emisi dari produk-produk luar ruangan. Sebagai contoh, walaupun tingkat emisinya berada hanya pada tingkat 8 g/L, kami menandai produk cat eksterior WEATHERCOAT kami sebagai “VOC Ultra-Rendah” walaupun produk tersebut berada pada tingkat yang lebih mendekati tingkat “Zero VOC” untuk cat dalam ruangan kami. Juga, produk-produk Emulsion dan WP02 Waterproof, serta banyak lainnya, adalah produk “Zero VOC”.

VOC adalah sumber utama dari bau pada cat. Oleh karena itu, VOC dan bau memiliki hubungan yang sangat dekat – lebih rendah kadar VOC pada suatu produk cat, lebih rendah baunya. Bau yang tercium selesai pengecatan berasal dari VOC yang berevaporasi dari cat basah dan masih tercium hingga lapisan film dari cat kering.

Ada banyak senyawa yang berbeda yang dianggap sebagai VOC dan walaupun ada beberapa yang beracun, kebanyakan tidak beracun. Banyak produsen cat lainnya masih terus menggunakan etilen glikol (EG) – suatu senyawa yang telah dinyatakan beracun – sebagai pelarut dalam produk cat latex.